Strategi Akuisisi Foto Udara untuk Kawasan atau Area Luas

Strategi akuisisi foto udara sangat bergantung terhadap tujuan pemetaan. Untuk melakukan akuisisi foto udara, salah satu ha yang diperlukan adalah perencanaan jalur terbang yang baik dan matang. Jalur terbang merupakan petunjuk bagi drone untuk menjalankan pemetaan. Jalur terbang yang telah dibuat disimpan dalam aplikasi dan drone, kemudian, saat misi dilaksanakan, drone akan terbang mengikuti jalur tersebut dan mengambil gambar sesuai dengan perintah yang diberikan user. Terdapat banyak pilihan jalur pemetaan yang perlu disesuaikan untuk tujuan pemetaan, misalnya untuk pemetaan area, koridor (jalan, sungai, dll), hingga untuk pemodelan 3D.

Pemodelan 3D memerlukan jalur terbang yang mendukung pengambilan data untuk seluruh area pemetaan, termasuk sisi samping suatu objek. Oleh karena itu, jika pengambilan foto udara bertujuan untuk pemodelan 3D, maka diperlukan foto miring atau biasa disebut foto oblique.

Terdapat beberapa opsi untuk mendapatkan foto oblique, antara lain memanfaatkan gimbal kamera atau dengan menggunakan kamera oblique. Sebagai contoh, drone DJI Mavic 3 Enterprise mendukung tilting -135° hingga 100°, di mana user dapat mengendalikan kemiringan di sudut 90° hingga 35°. Sementara itu, kamera oblique adalah kamera dengan 5 sensor yang mengarah berbeda-beda, yaitu satu kamera tegak -90° dan 4 kamera miring -45°, sehingga dalam sekali terbang, foto yang ditangkap sudah mencakup 5 arah pandang sekaligus.

Artikel ini akan membahas akuisisi data foto oblique dengan memanfaatkan tilting kamera drone. Hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan data foto udara adalah jalur terbang, di mana perencanaan jalur terbang sangat bergantung pada jenis objek yang akan diakuisisi fotonya. Objek yang dapat diakuisisi dapat berupa objek singular atau kawasan luas.

Apabila objek yang akan dipetakan hanya satu atau beberapa objek yang berkumpul menjadi satu, maka pengambilan foto dapat dilakukan dengan teknik Point of Interest (POI). Dengan teknik POI, pusat objek dikunci kemudian diputari oleh drone sembari foto diambil selama proses. Hal ini dilakukan di beberapa level ketinggian hingga mendapatkan data objek menyeluruh. Lantas, bagaimana objeknya adalah area luas? Jika Anda menggunakan drone DJI, artikel ini membahas strategi pengambilan foto udara untuk kawasan atau area luas yang dapat diaplikasikan menggunakan software dan controller DJI.

Ilustrasi strategi akuisisi foto udara dengan teknik point of interest (POI)
Ilustrasi strategi akuisisi foto udara dengan teknik point of interest (POI)
Ilustrasi strategi akuisisi foto udara dengan teknik point of interest (POI)
Ilustrasi strategi akuisisi foto udara dengan teknik point of interest (POI)

Strategi Akuisisi Foto Udara untuk Kawasan

Jika objek yang menjadi fokus foto adalah kawasan atau area luas, maka perlu dibuat jalur terbang yang dapat mengakomodir seluruh area. Terdapat beberapa pilihan untuk hal ini:

1. Akuisisi Foto Udara Teknik Double Grid (crosshatch)

Teknik double grid atau crosshatch adalah membuat parameter di sekitar objek dan mengambil foto dalam jalur menyilang. Jalur crosscatch melakukan akuisisi data sebanyak dua kali: yang pertama dengan pengaturan kamera tegak -90°, dan yang kedua dengan kamera miring seperti -45°. Di akhir sesi, drone mengitari objek atau kawasannya dengan kamera menghadap ke kawasan.

Strategi akuisisi foto udara metode double grid (crosshatch)
Strategi akuisisi foto udara metode double grid (crosshatch)
Strategi akuisisi foto udara metode double grid (crosshatch)
Strategi akuisisi foto udara metode double grid (crosshatch)

2. Strategi Akuisisi Foto Udara Menggunakan 5 Grid (Oblique)

Akuisisi dengan 5 grid terdapat di software DJI Pilot dengan fitur Oblique Collection. Fitur menghasilkan lima rute berbentuk “S” di area pemetaan, yang masing-masing mengatur gimbal untuk mengumpulkan foto tegak dan miring dalam 5 arah yang berbeda. Penggunaan teknik ini dapat menghasilkan model 3D karena data yang dikumpulkan mencakup seluruh sisi objek.

Strategi akuisisi foto udara metode 5 grid (oblique)
Strategi akuisisi foto udara metode 5 grid (oblique)
Strategi akuisisi foto udara metode 5 grid (oblique)
Strategi akuisisi foto udara metode 5 grid (oblique)

3. Strategi Akuisisi Foto Udara dengan Smart Oblique

Smart Oblique adalah fitur fotografi oblique yang dapat diaktifkan melalui pengaturan Oblique Collection. Smart Oblique Collection mengontrol gimbal untuk mengambil foto di berbagai posisi yang dibutuhkan secara otomatis. Drone hanya perlu terbang melalui dua rute yang berbentuk “S” yang saling tegak lurus untuk mengumpulkan orthophoto dan oblique yang dibutuhkan untuk rekonstruksi 3 dimensi (3D). Hal ini sangat meningkatkan efisiensi operasional karena drone hanya akan mengambil foto-foto penting untuk rekonstruksi di tepi area pemetaan, yang mana mengurangi jumlah foto yang diambil dan sangat meningkatkan efisiensi post-processing.

Penyedia Solusi Geospasial Terpadu

Diskusikan kebutuhan Anda bersama tim ahli Arkabumi

Scroll to Top