Dalam euforia perayaan ulang tahun kelima Arkabumi, kami melakukan wawancara singkat kepada Direktur Arkabumi, Dhega Wasi Wihikan, S.T., untuk mengetahui bagaimana pandangan perusahaan terhadap masa depan geospasial Indonesia, dan bagaimana Arkabumi memposisikan diri dalam lingkup besar dunia survey pemetaan.
Ekosistem geospasial yang menjadi nilai utama Arkabumi menawarkan solusi terintegrasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemui dalam dunia survei pemetaan. Penyelesaiannya didukung dengan support dari tiga pilar utama Arkabumi, yaitu training center, survey services, dan equipment sales.
Sejarah singkat Arkabumi
Ketika COVID di Indonesia, kita sebagai founder tergugah untuk menciptakan layanan pendidikan atau training yang online ataupun hybrid untuk teman-teman, baik itu mahasiswa sampai instansi yang mau memperdalam lebih jauh terkait geospasial. Kemudian, kita mulai berkembang sampai bisa menjadi memiliki tiga lini bisnis, jadi, di bidang survey services, yang kedua training, dan mulai merambah ke penjualan alat survei.
Arkabumi hanyalah satu dari ratusan, bahkan ribuan perusahaan survei pemetaan di Indonesia. Apa yang membuat Arkabumi spesial?
Yang membuat Arkabumi spesiail adalah kita ingin menciptakan–dan saat ini sudah jadi–satu ekosistem geospasial yang terintegrasi, dimulai dari survey services, training, dan equipment. Itu menjadi tiga pilar utama yang saling mendukung. Nah, di situlah letak spesialnya; ketika mitra strategis kami membeli alat, tidak hanya pengalaman dalam membeli alat yang didapatkan, namun juga didukung dengan transfer knowledge yang kuat dari pilar training kami. Begitu juga survey services–tidak hanya sekedar memberikan layanan jasa seadanya lalu selesai, namun kami kuatkan dengan pemahaman dari sisi materi training yang sudah kami susun sebelumnya. Dengan kata lain, kami memiliki ekosistem yang saling mendukung untuk menghasilkan layanan geospasial yanng terintegrasi dan sangat baik untuk customer.
Melihat apa yang sudah dilewati Arkabumi selama 5 tahun terakhir, bagaimana kondisi dunia survey pemetaan di Indonesia melalui kacamata Arkabumi?
Kalau melihat perkembangan survei pemetaan atau geospasial sekarang, kita mulai melihat adanya pergeseran, di mana sekarang mulai diperlukan layanan atau pemanfaatan geospasisal untuk sektor hilir. Sektor hilir ini sudah tidak fokus pada akuisisi data saja, namun menciptakan platform untuk memanfaatkan informasi geospasial yang sudah diakuisisi. Itu harus bisa mencakup berbagai sektor industri. Saat ini, Arkabumi masih terus melakukan riset untuk bisa mengakomodir hal tersebut, seperti halnya mendukung 3D city, digital twin, kemudian menciptakan platform webGIS untuk berbagai sektor di government, dan lain sebagainya.
Harapan kami, ke depan, kami masih tetap bisa melaksanakan proses pengukuran–akuisisi data–di hulu, namun, kami mulai menciptakan layanan untuk ke hilirnya teknologi geospasial.
Share:

Media Sosial
Paling Populer

Bagaimana Cara Memetakan Objek Pajak?


5 Manfaat LiDAR untuk Perencanaan dan Inspeksi Powerline

