3D City Modelling dengan LiDAR? Ini Cara Kerjanya!
- Articles
- Arkabumi

LiDAR (Light Detection and Ranging) merupakan teknologi yang memiliki prinsip dengan memancarkan sinar laser yang kuat dalam proses pengukuran jarak ke suatu objek. LiDAR merupakan teknologi yang memiliki prinsip dengan memancarkan sinar laser yang kuat dalam proses pengukuran jarak ke suatu objek. Teknologi ini memberikan hasil yang akurat dan detail mengenai posisi dan bentuk objek yang dipetakan dengan presisi yang tinggi.
Aplikasi LiDAR banyak digunakan dalam survey pemetaan yang dapat diterapkan pada berbagai bidang pekerjaan. Pemanfaatan LiDAR pada beberapa bidang pekerjaan, antara lain pemetaan topografi, pembuatan digital terrain model, dan pemodelan 3D kawasan perkotaan.
Artikel ini akan membahas LiDAR untuk 3D City Modelling atau Pemodelan Kota 3-Dimensi, berdasarkan pengalaman Tim Arkabumi untuk memetakan Kawasan Bundaran HI di Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
Pemetaan Topografi
Berbeda dengan pemetaan topografi dengan metode lainnya, LiDAR dapat menonjolkan ketelitian detil fitur suatu objek pada wilayah pemetaan. LiDAR memanfaatkan sensor aktif yang dapat menembus sela-sela vegetasi sehingga tidak hanya mengakuisisi data geospasial saja, melainkan juga dapat memodelkan fitur-fitur topografi secara akurat, sehingga LiDAR cocok digunakan untuk melakukan 3D city modelling.
Pembuatan Digital Terrain Model (DTM)
Hasil akuisisi sensor LiDAR yaitu point cloud, dapat digunakan sebagai sumber dalam pembuatan DTM. Pembuatan DTM dari data LiDAR didasarkan pada algoritma triangular irregular network (TIN) kemudian dapat digunakan untuk pembuatan kontur peta. Setelah itu, data point cloud dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk membentuk DSM sebagai outline bangunan di kawasan perkotaan sebagai dasar 3d city modelling.
LiDAR untuk 3D City Modelling
Kemampuan LiDAR dalam menangkap kedetailan permukaan objek dapat dimanfaatkan dalam 3D city modelling. Memanfaatkan sensor yang dimiliki LiDAR, pemodelan 3D yang dilakukan di permukaan objek yang rumit sekalipun dapat dimodelkan secara detail mengikuti bentuk asli fitur. 3D city model menggambarkan visualisasi yang nyata pada bangunan-bangunan dalam suatu kota secara 3D. Data LiDAR digunakan sebagai acuan pembentukan 3D city model tersebut. Kerapatan point cloud yang tinggi dapat meningkatkan akurasi model, sehingga 3d city model yang dihasilkan akan semakin sesuai dengan kondisi aslinya.
Arkabumi telah melaksanakan survey pemetaan untuk pemodelan 3D wilayah perkotaan dengan lokasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), DKI Jakarta. Proses survey LiDAR menggunakan pesawat airborne. Penggunaan airborne dalam survey LiDAR memiliki keunggulan yaitu mendukung survey LiDAR pada wilayah yang luas dengan efisiensi waktu. Survei LiDAR menghasilkan point cloud yaitu kumpulan titik tiga dimensi yang memiliki koordinat x, y, dan z untuk merepresentasikan permukaan objek pada posisi ruang. Point cloud yang dihasilkan akan dilakukan pengolahan untuk mendapatkan model 3D kawasan perkotaan.
Point cloud diklasifikasi menjadi ground atau tanah, vegetasi, dan bangunan. Tujuan dari klasifikasi adalah untuk memastikan bahwa point cloud sesuai dengan setiap kelas objek. Point cloud LiDAR diklasifikasikan secara berurutan dari kelas terendah hingga tertinggi. Urutan klasifikasi dimulai dari ground, vegetasi rendah, vegetasi tinggi, dan bangunan.
Pemodelan 3D pada bangunan dilakukan pada point cloud yang termasuk dalam klasifikasi “bangunan”. Metode yang digunakan untuk pemodelan 3D city menggunakan dua metode, yaitu otomatis dan semi otomatis. Penerapan metode otomatis dapat dilakukan pada bangunan yang memiliki bentuk sederhana. Pada bangunan dengan bentuk kompleks, perlu dilakukan koreksi secara manual untuk menghasilkan bentuk yang akurat dan sesuai dengan representasi lapang. Metode pemodelan secara manual disebut dengan metode semi otomatis.
Hasil akhir dari pemodelan 3D wilayah perkotaan adalah bangunan perkotaan sesuai dengan studi kasus yaitu kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), DKI Jakarta.

Model 3D wilayah perkotaan hasil dari survey LiDAR menampilkan representasi bangunan yang akurat sesuai dengan kondisi lingkungan fisik yang memuat berbagai informasi. Hasil dapat digunakan dalam perencanaan wilayah perkotaan seperti perencanaan tata ruang kota meliputi penggunaan lahan, perencanaan dan pembangunan infrastruktur, perencanaan jaringan utilitas dan transportasi umum, manajemen dampak bencana pada wilayah perkotaan, hingga pada tahap pengembangan pada wilayah perkotaan tersebut.
Arkabumi terus berkomitmen untuk mengembangkan teknologi di bidang geospasial untuk mendukung survey LiDAR sesuai kebutuhan Anda, termasuk akuisisi data, pengolahan, serta pemodelan 3D. Kami menyediakan layanan dengan tim tersertifikasi dan peralatan instrumen terupdate untuk menghasilkan data yang akurat dan representatif. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi contact person yang tertera.
Share:
Media Sosial
Paling Populer

Bagaimana Cara Memetakan Objek Pajak?


5 Manfaat LiDAR untuk Perencanaan dan Inspeksi Powerline
