Teknik Geodesi: Definisi, Sejarah, Konsep, dan Cabang Ilmu

Tertarik dengan Teknik Geodesi? Simak informasi lengkapnya di sini, mulai dari penjelasan, prospek kerja, hingga mata kuliah yang akan dipelajari.

Bidang ilmu geodesi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sedang meraih popularitas di kalangan teknik. Artikel ini membahas konsep dasar keilmuan geodesi, mulai dari definisi, cabang keilmuan, serta sejarah singkatnya.

Sejarah Singkat Teknik Geodesi

Geodesi adalah salah satu ilmu kebumian yang paling tua, karena telah ditemukan sejak 5.000 tahun yang lalu. Pada mulanya, orang-orang Sumeria (sekarang berlokasi di Irak Selatan-Tengah) memikirkan lokasi rumah mereka terhadap area lainnya. Hal ini berkembang menjadi jarak dan pemosisian area dan bangunan, hingga pada akhirnya, penentuan posisi seluruh dunia.

Definisi Geodesi Menurut Para Ahli

Geodesi berasal dari bahasa Yunani, geo (bumi) dan daisia atau daiein (membagi). Kata geodaisia atau geodeien berarti “membagi bumi”.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan geodesi sebagai, “cabang geologi tentang ukuran dan bangun bumi; ilmu mengukur tanah.”

Kamus Merriam-Webster mendefinisikan geodesi sebagai, “cabang matematika terapan yang berkaitan dengan penentuan ukuran dan bentuk bumi serta posisi titik-titik yang tepat di permukaannya dan dengan deskripsi variasi medan gravitasinya.”

Menurut Helmert (1880) (pdf) dalam bukunya berjudul Die Mathematischen Theorien, geodesi adalah “the science of measuring and portraying the Earth’s surface”, atau “ilmu pengukuran dan penggambaran permukaan Bumi.” Perlu diketahui bahwa Friedrich Robert Helmert adalah bapak penemu geodesi modern, di mana tanpa beliau, pemahaman terhadap ilmu geodesi seperti sekarang tidak akan ada.

Menurut Vanicek & Krakiwsky (1986), geodesi adalah, “the discipline that deals with the measurement and representation of the Earth’s surface, including its gravity field, in a three-dimensional time varying space.” Dengan kata lain, geodesi adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan perepresentasian dari bumi dan benda-benda langit lainnya, termasuk medan gaya beratnya masing-masing, dalam ruang tiga dimensi yang berubah dengan waktu.

Dengan kata lain, Teknik Geodesi adalah bidang yang mempelajari bagaimana cara membagi bumi, termasuk permukaan bumi, untuk kemudian dipetakan dalam berbagai bentuk untuk keperluan tertentu.

Konsep Ilmu Teknik Geodesi

Seluruh definisi geodesi di atas memiliki tiga konsep yang serupa:

  1. Ukuran dan bentuk Bumi
  2. Medan gravitasi Bumi
  3. Penentuan posisi titik-titik di permukaan Bumi

Bahkan, definisi oleh Vanicek & Krakiwsky (1986) menyebutkan mengenai pengukuran dan modeling (representasi) medan gaya berat yang berhubungan dengan fenomena geodinamik, seperti rotasi Bumi, deformasi, dan pergerakan kutub Bumi.

Karena geodesi sangat berkaitan erat dengan banyak aspek keilmuan Bumi, relasi antar keilmuan terhadap geodesi dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar dari Bahan Kuliah GE 161 – Geometric Geodesy oleh Department of Geodetic Engineering, University of the Philippines

Cabang Keilmuan Teknik Geodesi yang Bisa Dipelajari

Secara umum, terdapat empat cabang keilmuan geodesi, yaitu:

  1. Physical geodesy
  2. Geometric geodesy (pdf)
  3. Satellite geodesy
  4. Geodetic astronomy (pdf)

Ruang Lingkup Teknik Geodesi

Bidang-bidang dari ilmu teknik geodesi yang dapat dipelajari terbagi menjadi beberapa bidang utama, yang paling populer di antaranya:

  1. Survei dan pemetaan terestris, atau pengukuran benda-benda di darat menggunakan peralatan di darat
  2. Survei dan pemetaan hidrografis, atau pengukuran benda-benda di perairan
  3. Geoinformatika atau sistem informasi geografis (SIG), atau pengelolaan informasi yang memiliki data geospasial untuk membuat peta dan dashboard informasi.
  4. Administrasi pertanahan dan properti, atau pengelolaan data mengenai aset di atas tanah/lahan.
  5. Manajemen wilayah perbatasan, atau monitoring dan pengelolaan data mengenai perbatasan antar bidang, daerah, bahkan negara.
  6. Fotogrametri dan penginderaan jauh, atau pemetaan menggunakan foto/citra yang diambil dari udara, seperti drone maupun satelit.

Masing-masing bidang membutuhkan peralatan dan keahliannya sendiri untuk memetakan bumi. Seorang ahli geodesi yang lulus dari jurusan Teknik Geodesi/Geomatika memiliki konsep dasar dari tiap-tiap bidang, namun pendalaman pemahaman didapatkan melalui pengalaman langsung di lapangan danmemproses data, melakukan analisis data lebih lanjut, dan mengambil keputusan untuk berbagai keperluan berbasis spasial atau keruangan.

Aplikasi dan Prospek Kerja

Lulusan Teknik Geodesi dapat bekerja di berbagai industri, tanpa batasan. Hal ini dikarenakan ilmu geodesi dibutuhkan di berbagai tahapan pekerjaan. Sebagai contoh, di bidang pertambangan, pembangunan infrastruktur dan properti, pembuatan saluran irigasi, pembuatan jalur kereta api, dan masih banyak lagi, semua membutuhkan surveyor dari lulusan geodesi.

Secara umum, hanya terdapat dua jalan karir untuk keilmuan geodesi: sebagai praktisi atau akademisi. Untuk fokus menjadi seorang akademisi, dapat dilakukan dengan bekerja di bawah institusi pemerintahan atau perguruan tinggi. Untuk fokus menjadi seorang praktisi, dapat dilakukan dengan bekerja di bawah konsultan survey pemetaan atau sejenis.

Di Indonesia, institusi pemerintah yang fokus pada keilmuan geodesi adalah Badan Informasi Geospasial. Anda dapat mempelajari berbagai macam direktorat yang terdapat di bawah BIG untuk memahami luasnya keilmuan geodesi yang masih dipelajari hingga saat ini. Riset lebih lanjut mengenai masa depan geodesi dilakukan di Badan Riset dan Inovasi Nasional, tepatnya melalui Pusat Riset Geospasial di Organisasi Riset Kebumian dan Maritim. (BSA)

Share: