7 Alat Survey Pemetaan dengan Fungsi Penting
- Articles
- admin seo

Untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam pemetaan, diperlukan alat survey yang dapat menunjang itu semua. Mengapa alat surveyor penting? Karena kita semua tahu bahwa relief permukaan bumi tidaklah rata, maka dari itu, untuk dapat menghitung dan mengetahui besarnya sudut dan jarak permukaan bumi kita membutuhkan bantuan dari alat survey pemetaan.
Alat ukur atau alat survey pemetaan banyak sekali jenisnya dan untuk menggunakan salah satunya bisa disesuaikan dengan berbagai faktor. Setidaknya, terdapat tujuh alat survey penting yang digunakan saat melakukan survey. Mulai dari yang sederhana hingga alat ukur yang lebih modern. Di bawah ini adalah beberapa alat-alat survey pemetaan, antara lain:
Meteran
Pita ukur atau meteran adalah penggaris yang panjang dan fleksibel yang digunakan untuk mengukur panjang atau jarak. Pita ukur terdiri atas sebuah pita yang terbuat dari kain, plastik, atau metal yang memiliki penanda ukuran. Penanda ukuran yang tertulis menggunakan unit metrik dan imperial, yaitu sentimeter dan inci.
Akurasi pita ukur terbagi menjadi beberapa kelas yang penting untuk diperhatikan, tergantung pada akurasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan survey pemetaan. Sebagai alat survey pemetaan, pita ukur digunakan untuk mengukur jarak dekat atau mengira-ngira area penempatan patok atau alat ukur sebelum diletakkan di permukaan tanah.

Kompas
Kompas adalah alat navigasi penentu arah yang berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskann dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Sebagai alat survey pemetaan, kompas digunakan untuk mengukur sudut azimuth dari satu titik ke titik lain di permukaan bumi.

Teodolit
Teodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi tanah dengan sudut mendatar dan tegak–berbeda dengan waterpass yang hanya mengukur sudut mendatar. Theodolit berupa sebuah teleskop yang ditempatkan di atas piringan yang dapat berputar di sumbu vertikal. Teleskop te rsebut juga dipasang di piringan yang dapat berputar di sumbu horizontal, sehingga dapat membaca sumbu vertikal.
Theodolite kemungkinan diciptakan sekitar tahun 1570-an oleh Habermehl di Jerman. Sebelum kedatangan Total Station, Teodolit dianggap sebagai salah satu alat survey pemetaan yang canggih kaaren aseluruh kenampakan area dapat dipetakan dengan cepat dan efisien dengan ketelitian yang sangat tinggi pada masanya. Menggunakan teodolit, sudut yang terbaca mencapai fraksi sekon (detik). Theodolit digunakan untuk pengukuran poligon, pemetaan situasi, bahkan pengukuran tinggi.

Total Station
Total Station adalah alat survey pemetaan yang merupakan bentuk upgrade dari Teodolit, di mana selain bisa mengukur sudut, Total Station mampu menghitung sudut, jarak datar, koordinat, dan beda tinggi secara langsung. Dengan kata lain, surveyor tidak perlu menghitung data yang diperoleh dari pengukuran secara manual, dan tidak terdapat kesalahan hitung dari data terukur, semua sudah terakomodir di dalam Total Station.
Total Station dilengkapi piringan horizontal, vertikal, dan komponen pengukur jarak (electronic distance measurement atau EDM). Dari data tersebut, didapatkan koordinat X, Y, Z serta beda tinggi. Data disimpan dalam memory card dan dapat ditransfer ke komputer untuk diolah menjadi peta sesuai keperluan.

GNSS Geodetik
GNSS atau Global Navigation Satellite System adalah konstelasi atau kumpulan satelit yang mengirimkan data posisi ke receiver (secara harfiah berarti penerima). Sinyal posisi ini berharga bagi surveyor karena memiliki data lokasi yang presisi, hingga fraksi milimeter.
Pengiriman data dilakukan dengan sangat cepat, sehingga penggunaan GNSS Geodetik sebagai alat survey pemetaan mempersingkat waktu pekerjaan. Selain itu, penggunaan GNSS Geodetik tidak terpengaruh oleh waktu dan cuaca, sehingga dapat dilakukan kapan saja. Bahkan, cakupan konstelasi satelit GNSS yang global memungkinkan pengukuran di belahan dunia manapun.

Prisma Poligon
Prisma poligon, atau prisma target, atau reflektor adalah alat yang digunakan untuk mengukur jarak antara titik-titik tertentu dengan akurasi tinggi. Prisma poligon diletakkan di tribrach dan statif atau di pole untuk menentukan titik utama dalam survey. Setelah diletakkan, alat ukur Total Station akan ditembakkan ke arah prisma poligon untuk mendapatkan informasi sudut, jarak, dan koordinat prisma tersebut.

Itulah ulasan mengenai berbagai alat surveyor beserta dengan fungsinya. Karena banyak jenisnya, maka bisa menggunakannya sesuai dengan objek yang diukur, dan lain-lain. Semoga informasinya bermanfaat bagi Rekan Arkabumi. (BSA)
Share:
Media Sosial
Paling Populer

Bagaimana Cara Memetakan Objek Pajak?


5 Manfaat LiDAR untuk Perencanaan dan Inspeksi Powerline
