7 Alat Survey Pemetaan dengan Fungsi Penting

Untuk mendapatkan hasil yang akurat dalam pemetaan, diperlukan alat survey yang dapat menunjang itu semua. Mengapa alat surveyor penting? Karena kita semua tahu bahwa relief permukaan bumi tidaklah rata, maka dari itu, untuk dapat menghitung dan mengetahui besarnya sudut dan jarak permukaan bumi kita membutuhkan bantuan dari alat survey pemetaan.

Pengukuran geometri permukaan bumi memerlukan alat survei pemetaan yang mampu menyajikan data spasial secara akurat. Mengingat bentuk bumi yang tidak teratur/mulus, maka penentuan posisi, sudut, dan jarak tidak dapat dilakukan as-is atau begitu saja. Penggunaan peralatan surveyor yang tepat menjadi kunci utama dalam meminimalisir akumulasi kesalahan di proyek survey pemetaan.

Alat ukur atau alat survey pemetaan banyak sekali jenisnya dan untuk menggunakan salah satunya bisa disesuaikan dengan berbagai faktor. Kualitas data geospasial yang dibutuhkan untuk proyek bergantung lurus dengan alat survey yang digunakan. Berikut adalah alat-alat survey topografi yang umum digunakan di bidang geomatika / geodesi / pemetaan, mulai dari manual/mekanis hingga berbasis satelit:

1. Pita Ukur atau Meteran

Pita ukur merupakan alat survey mekanis paling mendasar untuk mengukur jarak linear langsung di lapangan. Pita ukur umumnya terbuat dari bahan fiberglass, baja, atau invar. DI pekerjaan survey pemetaan, pita ukur digunakan untuk pengukuran jarak pendek, pembuatan ikatan offset, atau penentuan posisi/tinggi awal patok sebelum pengukuran detail dilakukan.

Alat survey pemetaan berupa meteran besi dengan merk Stanley
Alat survey pemetaan berupa meteran besi dengan merk Stanley

2. Kompas Survey

Kompas berfungsi sebagai penentu orientasi arah berdasarkan medan magnet bumi. Dalam lingkup pekerjaan surveyor pemetaan, kompas digunakan untuk mengukur sudut azimuth awal, menentukan orientasi baseline, serta mempermudah navigasi titik kontrol di medan yang terbuka.

Kompas sebagai alat survey pemetaan model lama, yang menggunakan metode bearing untuk mengukur sudut.
Kompas surveyor model lama, yang menggunakan metode bearing untuk mengukur sudut.

3. Teodolit

Teodolit adalah instrumen optik-mekanis yang dirancang khusus untuk mengukur sudut horizontal/azimuth/arah dan sudut vertikal/zenith/elevasi. Theodolit berupa sebuah teleskop yang ditempatkan di atas piringan yang dapat berputar di sumbu vertikal. Teleskop tersebut juga dipasang di piringan yang dapat berputar di sumbu horizontal, sehingga dapat membaca sumbu vertikal. Berbeda dengan waterpass yang dioptimasi untuk bidang datar/horizontal, teodolit memungkinkan koordinat sudut hingga ketelitian sekon. Sebagai salah satu alat survey geomatika yang klasik, sistem teodolit menjadi awal mula pembuatan jaringan kerangka kontrol horizontal melalui metode poligon, pemetaan situasi, hingga pengukuran tinggi.

Bagian-bagian dari Teodolit sebagai alat survey pemetaan. Foto dari Buku "Pengantar Survey dan Pemetaan 2" oleh Akhmad Syaripudin.
Bagian-bagian dari Teodolit. Foto dari Buku "Pengantar Survey dan Pemetaan 2" oleh Akhmad Syaripudin.

4. Total Station

Total Station adalah alat survey pemetaan yang merupakan bentuk upgrade dari Teodolit, di mana selain bisa mengukur sudut, Total Station mampu menghitung sudut, jarak datar, koordinat, dan beda tinggi secara langsung. Dengan kata lain, surveyor tidak perlu menghitung data yang diperoleh dari pengukuran secara manual, dan tidak terdapat kesalahan hitung dari data terukur, semua sudah terakomodir di dalam Total Station. Total Station dilengkapi piringan horizontal, vertikal, dan komponen pengukur jarak (electronic distance measurement atau EDM). Dari data tersebut, didapatkan koordinat X, Y, Z serta beda tinggi. Data disimpan dalam memory card dan dapat ditransfer ke komputer untuk diolah menjadi peta sesuai keperluan.

Dengan kata lain, Total Station merupakan bentuk integrasi antara teodolit elektronik dan EDM. Instrumen ini tergolong alat ukur geodesi modern yang mampu mengukur sudut dan jarak miring (slope distance) secara simultan, lalu mentransformasikannya menjadi data koordinat (X, Y, Z) serta beda tinggi secara otomatis melalui pemrosesan mikrointernal. Penggunaan Total Station meminimalisir risiko kesalahan pembacaan rambu ukur dan meningkatkan efisiensi akuisisi data lapangan.

Total Station Nikon DTM 322 sebagai salah satu alat survey pemetaan
Total Station Nikon DTM 322

5. GNSS Geodetik

GNSS atau Global Navigation Satellite System adalah konstelasi atau kumpulan satelit yang mengirimkan data posisi ke receiver (secara harfiah berarti penerima).

Pengiriman data dilakukan dengan sangat cepat, sehingga penggunaan GNSS Geodetik sebagai alat survey pemetaan mempersingkat waktu pekerjaan. Selain itu, penggunaan GNSS Geodetik tidak terpengaruh oleh waktu dan cuaca, sehingga dapat dilakukan kapan saja. Bahkan, cakupan konstelasi satelit GNSS yang global (antara lain GLONASS, Galileo, dan BeiDou) memungkinkan pengukuran di belahan dunia manapun.

Berbeda dengan “GPS” biasa, GNSS Geodetik memanfaatkan metode pemrosesan carrier phase secara RTK (real time kinematic) maupun PPK (post processing kinematic) sehingga mampu menghasilkan ketelitian posisi hingga fraksi milimeter.

GNSS Geodetik efisien untuk cakupan area luas karena tidak memiliki prasyarat line of sight antar titik ukur.

GNSS Geodetik sebagai salah satu alalt survey pemetaan, dengan merk Geomate SG7. Menampilkan informasi banyaknya sinyal satelit yang ditangkap (29) dari seluruh satelit yang berada di jangkauan receiver (47).
GNSS Geodetik Geomate SG7, menampilkan informasi banyaknya sinyal satelit yang ditangkap (29) dari seluruh satelit yang berada di jangkauan receiver (47).

6. Waterpass/Automatic Level

Waterpass merupakan alat ukur elevasi tanah utama yang bekerja berdasarkan prinsip garis bidik horizontal. Waterpass digunakan di metode sipat datar atau levelling untuk menentukan beda tinggi antara titik yang berada di permukaan tanah. Data elevasi yang dihasilkan menjadi input pembuatan profil memanjang, profil melintang, dan kontur.

7. Prisma Poligon

Prisma poligon, atau prisma target, atau reflektor adalah alat yang digunakan untuk mengukur jarak antara titik-titik tertentu dengan akurasi tinggi. Prisma poligon diletakkan di tribrach dan statif atau di pole untuk menentukan titik utama dalam survey. Setelah diletakkan, Total Station akan menembakkan lasernya yang kemudian akan terpantulkan kembali ke Total Station. Pantulan ini membawa informasi jarak gelombang bolak-balik seperti flight time atau phase shift secara tepat.

Prisma Poligon Leica GPR121 yang memiliki akurasi centering 1mm sangat relevan sebagai alat survey pemetaan. Foto dari Leica Geosystems.
Prisma Poligon Leica GPR121 yang memiliki akurasi centering 1mm. Foto dari Leica Geosystems.

Pemilihan alat topografi dan pengukuran tanah harus disesuaikan dengan toleransi ketelitian project, kesulitan medan, serta anggaran atau budget survey. Sebagai contoh, jika melakukan pengukuran berorde tinggi, maka dapat menggunakan alat survei yang memiliki presisi tinggi pula seperti GNSS Geodetik dan Total Station. Jika melakukan pengukuran sipat datar, maka alat yang digunakan adalah waterpass.

Penggunaan alat ukur yang terkalibrasi dan terawat menjamin data yang dapat dipertanggungjawabkan dan berstandar teknis.

Scroll to Top