Manajemen DAS Menggunakan Penginderaan Jauh dan SIG – PLTA Kerinci Merangin
- Portofolios
- admin seo






Dokumentasi “Pelatihan GIS Tematik: SIG untuk Manajemen DAS dan Penginderaan Jauh Terapan untuk Manajemen Sumber Daya Air dan PLTA” bersama PT Kerinci Merangin Hidro/PLTA Kerinci Merangin pada 24-29 September 2025.
PT Kerinci Merangin Hidro adalah perusahaan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebagai bagian dari Kalla Group yang bergerak di bidang energi, dengan fokus membangun PLTA dan mendukung komitmen Indonesia menuju energi baru terbarukan (EBT). Proyek PLTA Kerinci Merangin memanfaatkan debit Sungai Merangin dan Danau Kerinci sebagai hydropower–energi yang dihasilkan oleh pergerakan air yang memutar turbin. Aliran air adalah sumber energi yang paling sering digunakan di Indonesia dengan memanfaatkan aliran sungai.
Pada 24-29 September 2025 lalu, PT Kerinci Merangin Hidro melakukan peningkatan keterampilan teknis karyawannya melalui pelatihan SIG Tematik bersama PT Arkabumi Sinergi Bersama. Melalui bimbingan dua instruktur terkemuka kami, PT Kerinci Merangin Hidro mempelajari cara mengaplikasikan keilmuan analisis spasial dan penginderaan jauh untuk melakukan manajemen DAS sebagai penunjang operasional PLTA Kerinci Merangin.
Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Manajemen DAS
Proyek PLTA bergantung pada stabilitas dan kualitas SDA dari DAS Merangin. PJ terapan dan manajemen DAS membantu untuk memantau, menganalisis, dan mengelola kondisi DAS untuk keberlanjutan operasional PLTA. Beberapa informasi geospasial yang dapat dimanfaatkan untuk operasional PLTA adalaha sebagai berikut:
1. Pengelolaan DAS dan hidrologi
Pengelolaan DAS dan hidrologi bertujuan untuk menjaga keseimbangan siklus air dan menjaga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi. Pengelolaan ini melibatkan prinsip-prinsip hidrologi, seperti siklus air, aliran permukaan, infiltrasi, dan penguapan, serta mempertimbangkan interaksi manusia dan komponen ekosistem lainnya seperti tanah, vegetasi, dan sedimen.
Manajemen DAS dan hidrologi menggunakan informasi geospasial dilakukan menggunakan data DEM untuk modelling batas DAS, pola aliran, orde sungai, dan morfometri DAS. Tujuannya adalah untuk melakukan analisis karakter DAS secara mendetail untuk memahami dinamika hidrologi, potensi erosi, serta sedimentasi yang sangat mempengaruhi umur bendungan dan efisiensi turbin yang beroperasi untuk PLTA.
2. Mitigasi bencana banjir
Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mitigasi dilakukan untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana. Salah satu upaya mitigasi atas operasional PLTA adalah melakukan modeling dan simulasi banjir luapan sungai secara 2D dan 3D untuk melakukan assessment atau penilaian daerah terdampak banjir luapan sungai.
Luaran yang didapatkan dari kegiatan ini adalah peta risiko bencana banjir di sekitar PLTA dan DAS, yang mana vital untuk keselamatan masyarakat dan operasional PLTA. Selain itu, hal ini juga turut mendukung perencanaan tanggap darurat sebagai realisasi manajemen DAS.
3. Pemantauan tutupan lahan
Pemantauan tutupan lahan adalah proses pengamatan berkelanjutan terhadap permukaan bumi untuk mengidentifikasi dan melacak perubahan jenis tutupan lahan, seperti hutan, sawah, bangunan, dan air. Kegiatan ini penting untuk perencanaan pembangunan berkelanjutan, konservasi lingkungan, dan mitigasi bencana. Pemantauan dilakukan dengan mengklasifikasikan data, menganalisis perubahan antar waktu, dan melakukan verifikasi lapangan.
PT Kerinci Merangin Hidro melakukan pemantauan tutupan lahan untuk keperluan monitoring perubahan tutupan lahan di sekitar DAS secara rutin, agar dapat menilai tingkat kehijauan dan kerapatan vegetasi sebagai indikator kesehatan DAS untuk keperluan regulasi dan pengendalian erosi.
Hal ini diaplikasikan melalui pembelajaran mengenai composite band dan klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma Maximum Likelihood. Selain itu, PT KMH juga mempelajari tentang uji akurasi kuantitatif dan analisis statistik spasial untuk memastikan akurasi klasifikasi tutupan lahan.
4. Analisis risiko spasial
Analisis risiko spasial adalah proses mengidentifikasi dan menilai potensi risiko pada wilayah geografis tertentu dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat bahaya, kerentanan, dan kapasitas suatu area. Analisis ini menggunakan metode analisis spasial untuk memvisualisasikan dan memetakan pola risiko guna membantu pengambilan keputusan, yang sering kali melibatkan SIG.
Analisis risiko spasial dilakukan dengan mengaplikasikan studi kasus gabungan, hulu dan hilir, untuk mengetahui keputusan yang dapat diambil dari pemodelan yang telah dibuat sebelumnya.
Masa Depan PLTA Kerinci Merangin
Integrasi teknologi geospasial yang seutuhnya dapat memastikan operasional PLTA yang efisien dan berkelanjutan. Untuk merealisasikan hal tersebut, PLTA Kerinci Merangin dapat mengaplikasikan teknologi geospasial untuk implementasi manajemen DAS dalam hal:
Sistem Pemantauan DAS Real-Time dan Multitemporal
Mengintegrasikan data PJ dan SIG menjadi sebuah platform informasi geospasial terpadu dalam bentuk geoportal atau WebGIS yang dapat diakses oleh tim PLTA. Selain itu, penggunaan teknologi seperti GEE untuk analisis perubahan tuplah multitemporal di seluruh DTA secara efisien tanpa sumber daya manusia atau komputasi lokal yang berlebih. Dapat dimanfaatkan juga buat identifikasi degradasi hutan melalui DAS PPV (Persentase Penutupan Vegetasi) yang dapat meningkatkan run-off dan sedimentasi bendungan.
Pemodelan Risiko dan Smart Prediction
Data DEM dan morfometri DAS dapata digunakan untuk memodelkan laju erosi dan deposisi sedimen secara spasial. Informasi ini krusial untuk penjadwalan operasi flushing atau pembersihan sedimen dan mengoptimalkan masa pakai bendungan. Hal laain yang dapat diaplikasikan adalah pembuatan digital twin dari infrastruktur PLTA (bendungan, turbin, saluran transmisi). Ini memungkinkan analisis kinerja sistem dan pemeliharaan berbasis lokasi yang sesuai dengan kondisi infrastruktur PLTA.
Dukungan Pengambilan Keputusan Tata Ruang
PLTA dapat menggunakan hasil analisis geospasial untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemangku kepentingan di wilayah Kerinci Merangin. Hal ini dapat memberikaan data akurat tentang area sensitif lingkungan, risiko banjir, dan daerah kritis DAS kepada Pemerintah Daerah untuk mendukung perencanaan dan evaluasi tata ruang dan mitigasi bencana.
Selain itu, peta tematik dan visualisasi 3D dari hasil pemodelan dapat dimanfaatkan sebagai materi edukasi kepada masyarakat sekitar, khususnya yang berada di daerah terdampak banjir, tentang pentingnya konservasi DAS dan risiko bencana yang ada.
Dengan mengimplementasikan solusi berbasis teknologi geospasial, PT Kerinci Merangin Hidro dapat menghasilkan location intelligence yang transformatif, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan energi terbarukan dan kelestarian lingkungan DAS Merangin.
Share:
Media Sosial
Artikel Populer

Bagaimana Cara Memetakan Objek Pajak?


5 Manfaat LiDAR untuk Perencanaan dan Inspeksi Powerline




