Drone Mapping untuk Pemetaan dan Percepatan Pendaftaran Tanah – Kantor Pertanahan Kabupaten Blora

UAV Drone memiliki banyak fungsi dan manfaat. Salah satunya untuk pertanahan yang dapat diaplikasikan oleh kantah untuk mengadakan peta dasar pertanahan.

Survey pemetaan merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam setiap tahapan pekerjaan di bidang engineering dan teknologi. Kegiatan ini meliputi perencanaan, akuisisi data, pengolahan, hingga visualisasi dan analisis data. Beberapa pekerjaan yang membutuhkan survey pemetaan antara lain bidang konstruksi, pertambangan, perkebunan, mitiigasi bencana, pariwisata, tata wilayah, dan bahkan saat ini dunia keuangan pun membutuhkan survey pemetaan. Hal ini terlihat dari adanya Kebijakan Satu Peta, dibutuhkannya peta untuk mempermudah inventarisasi aset negara dan sebagainya.

Pembangunan yang masif di Indonesia mempengaruhi hampir seluruh sektor industri untuk meningkatkan produktivitasnya. Hal ini juga berpengaruh terhadap meningkatnya kegiatan survey pemetaan yang tepat, cepat, dan akurat. Hasil yang cepat dan akurat tentunya membutuhkan instrumen dan SDM yang ahli dan tentunya mengikuti perkembangan teknologi survey pemetaan.

Teknologi survey pemetaan semakin berkembang, dimulai dari pengukuran konvensional menggunakan pita ukur, teodolit, hingga saat ini berkembang ke wahana drone, laser scanner, dan lain sebagainya. Perkembangan teknologi tersebut menuntut para praktisi, mahasiswa, dan perusahaan yang bergerak di bidang geospasial untuk selalu meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi kemajuan teknologi survey pemetaan tersebut. Oleh karena itu, pelatihan di bidang survey pemetaan khususnya drone dilakukan untuk meningkatkan kompetensi SDM di Indonesia, seperti yang telah dilakukan bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Blora pada 08-11 Maret 2022 yang lalu.

Teknologi Drone untuk Berbagai Aplikasi

Berdasarkan uraian di atas, perkembangan teknologi survey pemetaan cukup pesat, dan salah satu buktinya adalah pemanfaaatan drone. Pada awal kemunculannya, drone digunakan untuk membawa/mengantarkan suatu barang, kemudian berkembang di dunia fotografi dan videografi, hingga kini dapat dimanfaatkan di bidang pemetaan dan 3D modelling. Beberapa contoh pemanfaatan teknologi drone  diindustri survey pemetaan sebagai berikut.

1. Pemetaan Wilayah

Drone berperan dalam pembuatan peta orthofoto yang digunakan sebagai acuan digitasi menjadi peta garis digital. Peta orthofoto memiliki kelebihan proyeksi tegak, ukuran presisi dan tentunya actual sesuai kondisi di lapangan.

2. Pemetaan Lahan Pertanian & Kehutanan

Pada industry pertanian dan kehutanan, peran drone yang sangat berpengaruh adalah untuk perhitungan luas area actual, delineasi batas-batas lahan, penghitungan pohon misalnya sawit. Jika ditambah dengan sensor multispectral, teknologi drone ini juga dapat mendeteksi Kesehatan setiap tanaman.

3. Perencanaan Pembangunan

Tahap perencanaan dimulai dari peninjauan awal, kemudian penyusunan Masterplan, DED dan seterusnya. Hampir semua tahapan tersebut membutuhkan peta yang presisi dan actual. Pemetaan menggunakan drone bisa menghasilkan orthofoto dan juga Digital Elevation Model (DEM). DEM tersebut yang sangat membantu perencana dalam mengestimasi elevasi bahkan sampai galian dan timbunannya di tahap awal.

4. Monitoring Proress Pertambangan

Industri pertambangan sudah hamper semua menggunakan teknologi drone. Tidak hanya digunakan untuk mengambil dokumentasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk pemetaan, topografi, perhitungan volume progress, hingga volume stockpile.

5. Pemetaan Bidang Tanah

Pengukuran persil bidang tanah terus berkembang karena tuntutan dari pemerintah yang membutuhkan progress data yang massif dan cepat. Kehadiran drone yang dapat menghasilkan peta orthofoto sangat membantu tim pengukuran khususnya dari Kementerian ATR/BPN dan bidang serta dinas-dinas yang dinaunginya untuk mempercepat proses pengukuran dan pendaftaran tanah di Indonesia.

6. Pemetaan Wilayah Pesisir

Sebagai negara Kepulauan, Indonesia memiliki wilayah pesisir yang sangat luas. Apabila Kawasan pesisir tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan pencemaran lingkungan, penyalahgunaan Kawasan dan lain sebagainya. Saat ini, drone sudah banyak digunakan untuk memberikan gambaran foto atau video disekitar kawaasan pesisir, tetapi jika dimaksimalkan lagi menjadi suatu peta orthofoto, akan sangat memudahkan pemegang kebijakan untuk mengelola dan merencanakan penggunaan kawasan pesisir dengan baik.

7. Mitigasi Bencana

Rapid Mapping atau pemetaan cepat sangat banyak dimanfaatkan dikondisi bencana alam. Teknologi drone menjadi salah satu solusi terbaik untuk mendapatkan data peta lokasi bencana dengan cepat bahkan kurang dari 1 hari. Hal ini tentu memudahkan BNPB, BPBD, Tim SAR, dan bagian-bagian terkait untuk melakukan evakuasi, dan rekonstruksi area terdampak bencana dengan lebih aman.

8. Rekonstruksi Model 3D

Model tiga dimensi (3D) sudah banyak ditemukan didunia arsitektur, perencanaan, tata kota dan lain sebagainya. Namun, tidak semua 3D model yang dihasilkan tersebut memiliki ukuran yang presisi dan actual sesuai dilapangan. Apabila menggunakan instrument survey yang baik salah satunya drone, kita dapat menghasilkan 3D model dengan bentuk, ukuran, dan tampilan sesuai aslinya. Benefit dari 3D model tersebut salah satunya adalah untuk inventarisasi objek-objek penting negara, contoh Candi agar Ketika terjadi bencana alam atau pengrusakan, mudah dilakukan rekonstruksi kembali.

Lantas, Apa yang Dipelajari Saat Pelatihan Drone untuk Pertanahan?

Seperti yang sudah disebutkan di atas, pengukuran persil bidang tanah terus berkembang karena tuntutan dari pemerintah yang membutuhkan progress data yang masif dan cepat. Kehadiran drone yang dapat menghasilkan peta orthofoto sangat membantu tim pengukuran khususnya dari kantor pertanahan untuk mempercepat proses pengukuran dan pendaftaran tanah di Indonesia. Sebagaimana yang telah dilalui oleh Kantor Blora, Pelatihan Drone untuk Pertanahan dilakukan untuk memberikan gambaran kepada Kantah Blora di bidang pemanfaatan teknologi drone untuk pemetaan bidang tanah sebagai peta dasar pendaftaran tanah.

Adapun tujuan dari pelatihan drone untuk pertanahan adalah agar peserta memahami teori dan konsep secara matang dan komprehensif, mendapatkan peningkatan keterampilan dalam bidang geospasial khususnya drone/foto udara, hingga dapat mempraktikkan pengoperasikan drone untuk melaksanakan tugasnya sebagai ASN di bidang pertanahan.

Peserta melalui pelatihan yang berlangsung selama 3 hari dan mempelajari beragam praktik yang diselingi teori mengenai UAV drone untuk pertanahan. Beberapa contoh materi yang diberikan adalah konsep fotogrametri, pre-flight check dan aturan-aturan yang berlaku, pembuatan jalur terbang, pengoperasian drone, hingga pengolahan data menjadi ortofoto dan peta udara.

Drone untuk pertanahan mengadopsi konsep yang serupa dengan drone untuk survey pemetaan, di mana yang membedakannya adalah objek yang dipetakan serta hasil akhir yang dihasilkan serta manfaat khusus yang dituju.

Jika Anda atau perusahaan Anda tertarik untuk meningkatkan keterampilan drone untuk pertanahan, atau pengaplikasian drone lainnya, hubungi kami melalui CP yang tertera, dan kami akan membantu konsultasi sesuai dengan kebutuhan upgrading Anda.

Share: