UAV LiDAR untuk Optimasi Perencanaan Area Dumping

Studi Kasus Aerial LiDAR Survey for Cadas Dump Pedayak and Tawabu Area di Site PT Kaltim Prima Coal

Sekilas Pekerjaan

Jasa Survei UAV LiDAR
Klien PT Kaltim Prima Coal
Lokasi Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur
Luas Area 3.143 hektar

Peralatan yang Digunakan

DJI Matrice 350 RTK CHCNAV Alpha Air 450
GNSS Receiver Geomate SG7

Hasil Pekerjaan

  • Raw dan classified point cloud (.las)
  • Digital Terrain Model (DTM)
  • Peta topografi (kontur)
  • Laporan akhir survei dan pengolahan data

Abstrak

Ekspansi kegiatan pembangunan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) menuntut adanya area dumping material yang terencana dengan baik untuk meminimalisir dampak lingkungan terhadap area sekitar tambang, khususnya terkait mitigasi risiko banjir. Sebagai landasan utama dalam analisis water management pada rencana area dumping tersebut, KPC membutuhkan peta topografi resolusi tinggi dengan tenggat waktu yang ketat. Mengingat area seluas 3.143 hektar ini didominasi oleh pepohonan, pemetaan foto udara standar tidak dapat memberikan data permukaan tanah yang akurat dengan cepat.

Arkabumi memberikan solusi melalui integrasi pemetaan udara berbasis LiDAR yang mampu memangkas waktu pengerjaan hingga hampir 90% dengan tingkat akurasi yang tetap memenuhi standar industri pekerjaan.

Tantangan Utama

Area studi merupakan hamparan perkebunan kelapa sawit yang menghalangi visibilitas langsung ke permukaan tanah. Jika menggunakan survei topografi konvensional, pekerjaan ini diestimasi membutuhkan waktu penyelesaian hingga 300 hari kalender. Di sisi lain, pelaksanaan akuisisi data dari udara dihadapkan pada tantangan dinamika cuaca di Kutai Timur, di mana hujan kerap turun selama periode survei.

Metodologi

Untuk mendapatkan representasi elevasi tanah yang sebenarnya di bawah kanopi sawit, survei dilakukan menggunakan sensor aktif LiDAR. Metodologi pekerjaan mencakup beberapa tahapan, seperti pemasangan base station, akuisisi data LiDAR, pemrosesan trajectory dan point cloud, hingga pemodelan elevasi untuk membentuk DTM, yang selanjutnya digunakan untuk menghasilkan peta kontur sebagai data yang digunakan untuk merancang sistem drainase dan manajemen aliran air KPC.

Hasil dan Capaian

Arkabumi berhasil menghasilkan raw dan classified point cloud (dalam format .las) dari area seluas 3.143 hektar. Dihasilkan pula Digital Terrain Model (DTM) yang akurat untuk merepresentasikan elevasi tanah di bawah kanopi pepohonan dan perkebunan. Melalui informasi terrain, kami menyediakan peta topografi (kontur) yang menjadi dasar untuk perancangan sistem drainase dan manajemen aliran air bagi PT Kaltim Prima Coal. Pemetaan berbasis UAV LiDAR ini berhasil memangkas waktu pengerjaan hingga hampir 90% dibandingkan metode konvensional yang diestimasi memakan waktu 300 hari.

Konsultasi Survei UAV LiDAR dengan Tim Ahli Arkabumi

Lainnya

Studi Kasus Mineral dan Energi